Berbicara mengenai dunia kecantikan memang akan selalu menarik. Apalagi perkembangannya kini bukan lagi penanganan yang menggunakan pisau bedah (metode invasif) melainkan bergeser ke metode non-invasif. Begitu disampaikan Pengurus Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia (REJASELINDO) dari PB IDI, dr Erik Tapan, MHA. Dia menyontohkan, menghaluskan dan menyamarkan kerutan di kulit misalnya, sudah bisa dilakukan dengan radio frequency (dikenal dengan istilah ‘setrika kulit’). Begitu pula dengan pembentukan bentuk tubuh (pengambilan lemak bawah kulit), saat ini sudah mulai muncul metode-metode baru yang kaya teknologi.

“Bisa dibilang ke depan, kaum perempuan (terlepas dari pro dan kontranya, kekurangan dan kelebihannya) akan mencari perawatan yang kurang hingga non-invasif. Ini dianggap lebih nyaman, tidak menakutkan meskipun kadang kala tidak bisa tuntas dengan hanya 1 – 2 kali treatment,” kata Erik melalui surat elektronik yang diterima, Selasa (6/1/2015).

Selain teknologi kecantikan non invasif, tren kecantikan pada 2015 akan dipengaruhi oleh tren kecantikan dunia yang umumnya datang dari benua Asia seperti Korea, Jepang dan Thailand. Makin banyak produk-produk kecantikan atau kosmetik yang berasal dari negara-negara tersebut mengingat derasnya arus informasi gaya hidup dari negara tersebut melalui berbagai media.

“Tak ada salahnya untuk menggali kekayaan Indonesia dan dikembangkan sehingga bisa sejajar (dalam hal modern dan kepraktisannya) dengan produk-produk kecantikan yang berasal dari luar negeri. Jikalau di bidang pangan pemerintah mempunyai program Ketahanan Pangan, ada baiknya mulai dipikirkan juga program ketahanan kecantikan Indonesia,” ungkapnya.

Yang perlu diwaspadai, lanjut Erik adalah penawaran produk atau metode kecantikan melalui internet. “Internet telah dipercaya sebagai salah satu media promosi yang ampuh melewati batas negara. Hebatnya penawaran itu tidak hanya berupa produk atau kosmetik saja, namun penawaran operasi plastik pun akan makin membanjiri netter Indonesia. Diharapkan kewaspadaan konsumen Indonesia akan hal ini. Jika memang tidak ada pilihan lain, pilihlah kosmetik dari pengelola situs yang terpercaya, tidak hanya proses transaksinya namun juga perlu memperhatikan ijin POM dari produk yang dijualnya.”

park-min-young-tumblr