Menyusui menjadi kewajiban seorang ibu setelah proses kelahiran sang buah hati. Kandungan ASI yang sangat baik bagi perkembangan, kecerdasan dan daya tahan tubuh bayi membuat ibu harus memberikan ASI ekslusif bagi bayinya. Tapi tahukah Anda bahwa stres dapat menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI? Stres yang dialami sang ibu saat merawat sang buah hati bisa menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI, baik secara langsung maupun tak langsung. Lalu bagaimana stres mempengaruhi produksi ASI? Berikut pengaruh stres dalam menyebabkan berkurangnya produksi ASI:

Stres menyebabkan seseorang cenderung merasa tertekan. Adanya tekanan psikologis yang dirasakan, membuat seseorang tidak ingin makan maupun minum. Padahal produksi ASI sangat tergantung pada makanan dan minuman sehat yang dikonsumsi. Tidak adanya pasokan makanan dan minuman dalam tubuh inilah yang menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI pada ibu yang mengalami stres. Saat stres, hormon stres dalam tubuh akan meningkat. Meningkatnya produksi hormon stres ini akan merusak semua fungsi organ tubuh termasuk menghambat produksi oksitosin, yakni hormon yang berfungsi memproduksi ASI. Terhambatnya produksi oksitosin inilah yang menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI.

Stres juga menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh akan lebih mudah terserang penyakit. Pada saat tubuh sakit, seperti menderita kurang darah atau animea, produksi ASI juga menjadi berkurang. Stres membuat seseorang mencari cara untuk melampiaskan rasa stres dan tekanan yang dialaminya. Salah satunya adalah dengan merokok dan mengkonsumsi alkohol. Padalah rokok dan alkohol dapat menghambat produksi oksitosin sehingga menyebabkan produksi ASI menjadi berkurang

Itulah pengaruh stres dalam menjadi penyebab berkurangnya produksi ASI. Untuk itu hindarilah stres saat sedang menyusui, agar produksi ASI tetap terjaga sehingga dapat memenuhi kebutuhan ASI sang buah hati. Selain menghindari stres, untuk mengatasi berkurangnya produksi ASI Anda juga bisa menggunakan terapi. Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui bahwa terapi sekarang ini telah semakin berkembang dan bisa digunakan untuk berbagai hal, termasuk untuk mengatasi berkurangnya produksi ASI. Terapi yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi berkurangnya produksi ASI adalah Terapi Gelombang Otak Breastfeeding Enhancement.

Terapi Gelombang Otak Breastfeeding Enhancement merupakan sebuah terapi yang dirancang khusus oleh para ahli untuk membantu melancarkan ASI, meningkatkan produksi ASI, memperbanyak ASI, serta menjadikan Anda merasa lebih rileks dan tenang saat sedang menyusui. Terapi Gelombang Otak Breastfeeding Enhancement bekerja dengan mengubah gelombang otak Anda menuju keadaan yang rileks dan tenang. Ketika Anda mampu merasa rileks dan tenang maka produksi ASIpun akan meningkat, karena salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI adalah kondisi pikiran yang nyaman dan tenang.

Terapi Gelombang Otak Breastfeeding Enhancement berbentuk CD musik terapi yang mampu menstimulasi otak Anda. sehingga sangat mudah dan praktis untuk digunakan. Pemakaian Terapi Gelombang Otak Breastfeeding Enhancement secara rutin terbukti mampu meningkatkan ketenangan dan kenyamanan sehingga produksi ASI juga meningkat.

stres bisa membuat produksi asi berkurang