Semua orang tentu pernah merasakan kecemasan. Rasa stress dan cemas bisa dipicu oleh banyak hal, muali dari masalah pribadi, pekerjaan, dan lainnya. Namun siapa sangka bahwa jadwal tidur juga bisa mempengarui rasa cemas yang dirasakan seseorang. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa orang yang sering begadang atau tidur terlambat memiliki kecenderungan lebih mudah cemas dibandingkan dengan orang tidur yang tidur tepat waktu. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Cognitive Therapy and Research di Binghamton University ini menemukan bahwa terlambat tidur bisa memicu pemikiran negatif. Penelitian yang diketahui oleh psikolog Jacob A. Nota ini dilakukan pada 100 partisipan. Mereka diminta menjawab pertanyaan mengenai jadwal tidur dan kecemasan yang dirasakan. Rata-rata partisipan tidur pada pukul 1 dini hari, beberapa tidur pukul 10 malam, dan lainnya tidur pada pukul 5 pagi, seperti dilansir oleh NY Mag.

Setelah dianalisis, peneliti menemukan bahwa orang yang begadang dan sering tidur terlambat seringkali memiliki pemikiran yang negatif dan mudah cemas. Semakin lama menunda tidur, maka semakin sering pula mereka mengulang-ngulang pemikiran negatif dibenak mereka. Rasa cemas yang tinggi juga ditemukan pada orang yang kurang tidur. Lantas apa yang menyebabkan jadwal tidur berkaitan dengan kecemasan? Ini karena kurang tidur akan mempengaruhi bagian otak yang bernama prefrontal cortex. Bagian otak ini sensitif terhadap kurangnya tidur dan berkaitan dengan pemikiran negatif. Namun peneliti masih belum benar-benar yakin apakah kurang tidur yang memicu pemikiran negatif atau malah sebaliknya. Bisa jadi, keduanya adalah siklus yang saling terkait dan saling mempengaruhi.

Bagimana dengan anda? Apakah hasil penelitian ini sesuai dengan yang anda alami?

jadwal-tidur-ternyata-bisa-prediksi-waktu-kematian