Peluncururan Kartu Indonesia Sehat oleh pemerintah oleh warga tidak mampu ternyata belum bisa dipastikan dapat membuat para pasien bernafas lega. Lagi-lagi masyarakat kota Bekasi tidak bisa merasakan ruang ICU di Rumah Sakit Daerah Bekasi dikarenakan setiap harinya banyak sekali pasien yang antri untuk mendapatkan pelayanan ruang ICU di RSUD Bekasi. Pasien pengguna kartu BPJS tersebut di Rumah Sakit Bekasi, terlihat terlantar di Ruang UGD. Untuk sementara mereka terpaksa mendapatkan perawatan dengan kondisi yang memprihatinkan karena belum juga mendapatkan ruang perawatan. Bahkan sampai ada yang menunggu kamar kosong berhari-hari.

Seharusnya pemerintah Kota Bekasi bisa mengatur dan memerintahkan seluruh Rumah Sakit swasta di Kota Bekasi agar bisa melayani dan menerima pasien BPJS demi mengurangi kepadatan dan antrian akan kebutuhan pelayanan medis di RSUD Kota Bekasi mengitas terbatasnya fasilitas di RSUD Bekasi. Direktur Rumah Sakit Umum Kota Bekasi Dr Titi Masrifahati mengatakan hal ini tidak bisa dihindarkan, karena pasien pengguna BPJS memang melonjak drastis hingga 60% dibanding tahun lalu. Selain kurangnya fasilitas persediaan kamar perawatan, tenaga medis juga sangat minim. Itulah yang menyebabkan pasien pengguna BPJS terpaksa untuk sementara di rawat di lorong-lorong Rumah Sakit.

Titi berharap pemerintah Kota Bekasi maupun pemerintah Jawa Barat memberikan penambahan anggaran dan tenaga medis untuk melayani masyarakat pengguna kartu BPJS. Apalagi Kartu Indonesia Sehat yang diluncurkan oleh pemerintah pusat saat ini dapat menunjang para pasien yang membludak yang menggunakan kartu BPJS.

dsc_0898-300x199

 

 

Trends Mebel Terbaik:

pasien bpjs terlantar, bpjs telantar, gambar gambar pasein yang terlantar, Gambar pasien telantar, pasien terlantar di rsud cilegon, penanganan pasien terlantar di rumah sakit, rs bpjs bekasi icu