Langkah produsen otomotif kelompok Astra meluncurkan mobil Daihatsu Ayla dan Toyota Agya semakin memicu keingintahuan masyarakat terhadap mobil murah. Tak hanya Astra, pembaca kini juga disuguhi dengan pilihan baru mobil murah. Dua produsen otomotif nasional telah meluncurkan mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) ke pasaran. Sebutlah PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang mulai menjual Daihatsu Ayla dengan harga sekitar Rp 76 juta-Rp 106 juta. Pesaingnya, PT Toyota Astra Motor juga meluncurkan mobil murah bermerek Agya seharga Rp 99,9 juta hingga 120,75 juta. Dengan kisaran harga Rp 76 juta-120,75 juta, pantaskah kedua mobil keluaran terbaru tersebut disebut dengan mobil murah?

“Harga segitu tidak bisa disebut murah karena cuma bisa dibeli orang-orang berduit,” kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi saat berbincang, Selasa (10/9/2013).

Menurut Tulus, istilah mobil murah baru bisa dipakai jika bisa dibeli oleh seluruh rakyat Indonesia. “Disebut mobil murah tapi harganya tidak terjangkau. Itu sama saja dengan penipuan,” ungkap dia.

Belum lagi jika konsumen membelinya dengan cara kredit, mobil seharga dasar itu bisa jadi naik hingga 30 persen dari harga kas. Pemerintah sendiri cuma memberikan patokan harga mobil murah harus di bawah Rp 100 juta. Tapi melihat pangsa pasar yang harusnya untuk masyarakat Indonesia berpenghasilan rata-rata, apa masih cocok dibilang mobil murah?

Agya daihatsu-ayla-130909b

Trends Mebel Terbaik:

kasur mobil agya, pantaskah ayla agya di sebut mobil murah?, tempat tisue untuk mobil ayla