Di masa pertumbuhannya bayi seringkali mengalami masalah pada pencernaannya, mulai dari diare, muntah hingga konstipasi umum terjadi pada sistem pencernaannya.

  1. Reflux
    Ada saatnya si Kecil memuntahkan sedikit isi perutnya, sesaat setelah ia disusui atau dberi makanan. Kejadian ini disebut sebagai reflux, atau biasa kita kenal sebagai gumoh. Reflux terjadi karena perut si Kecil masih beradaptasi dengan pola pencernaannya. Dalam tahap adaptasi ini, susu berada di dalam perut lebih lama dari biasanya, maka susu tersebut akan naik kembali. Reflux bisa menyebabkan rasa  nyeri pada perut dan memberikan sensasi terbakar di tenggorokan dan dada si Kecil.
    Hubungi Dokter:Pada umumnya kondisi reflux akan hilang dengan sendirinya saat si Kecil berada di usia antara 4 hingga 12 bulan. Namun, Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter, apabila reflux si Kecil diikuti dengan beberapa gejala seperti di bawah ini:
    – Sulit diberi makan
    – Sering cegukan
    – Mengalami masalah pada pernafasannya
    Langkah Menangani Reflux: Jika si Kecil mengalami salah satu gejala di atas maka dokter akan menyarankan pengobatan medis tertentu. Selain itu, Ibu juga bisa bantu menangani ini dengan membuat si Kecil bersendawa (setelah beberapa menit disusui).
  2. Muntah
    Salah satu faktor utama yang menyebabkan si Kecil muntah adalah karena infeksi virus pada saluran pencernaannya. Bila si kecil terinfeksi virus, biasanya si Kecil akan tiba-tiba muntah dan disertai dengan diare atau demam. Infeksi ini secara umum akan berlangsung selama dua hingga tiga hari.
    Hubungi Dokter:Apabila jumlah popok basah si Kecil berkurang drastis dan ia hanya memiliki sedikit liur di dalam mulutnya, kondisi ini merupakan ciri si Kecil mengalami dehidrasi.
    Langkah Menangani Muntah: Jika si Kecil menolak untuk disusui, berikan ia satu sendok cairan elektrolit. Namun sebaiknya Ibu konsultasikan dahulu kepada dokter untuk pemberian cairan elektrolit.
  3. Diare
    Diare pada si Kecil biasanya disebabkan oleh virus. Salah satunya jenis virus yang menyebabkan diare adalah rotavirus. Bila si Kecil telah terinfeksi oleh rotavirus, hal terbaik yang perlu Ibu lakukan adalah memastikan si kecil tetap terhidrasi dengan baik. Selain virus, diare juga bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, antibiotik, juga karena alergi atau keracunan makanan.

Hubungi Dokter: Jika si Kecil mengalami diare lebih dari dua hingga tiga hari dan diikuti dengan demam, karena kemungkinan ia mengalami alergi.
Segera berikan penanganan medis apabila ditemukan darah pada kotoran si Kecil.
Langkah Menangani Diare: Konsultasikan pada dokter apabila Ibu ingin memberikan cairan elektrolit pada si Kecil. Pastikan si Kecil terhidrasi dengan baik dan salah satu cara lain untuk menangani diare adalah dengan memberikan yogurt kepada si Kecil.

  1. Konstipasi
    Konstipasi merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada si Kecil di saat ia mulai mengonsumsi makanan padat pertamanya. Bila frekuensi buang air besar si Kecil lebih jarang dari biasanya, atau saat si Kecil tidak buang air besar hingga tiga hari atau lebih maka ia mengalami konstipasi.
    Hubungi Dokter:Jika si Kecil tidak buang air besar hingga lebih dari tiga hari, atau jika terdapat darah pada kotoran si kecil.
    Langkah Menangani Konstipasi: Jika kotoran si Kecil padat dan kering, dan ia mengalami kesulitan untuk buang air besar, maka untuk sementara waktu jangan berikan si Kecil makanan yang rendah akan serat seperti sereal beras, apel, pisang, produk susu olahan dan coklat. Berikan si Kecil makanan yang kaya akan serat seperti kiwi dan buah pir, jangan lupa untuk terus memberikan air mineral kepada si Kecil.

masalah pencernaan yang terjadi pada bayi

 

Trends Mebel Terbaik:

bayi muntah jika dberi susu