Masih ingatkah anda dengan sosok Gayatri Wailissa gadis Ambon yang mampu menguasai 14 bahasa tanpa melakukan kursus. Namun hal tersebut tinggal kenangan karena Gayatri Wailissa dilaporkan telah meninggal dunia akibat pembuluh darah di kepalanya pecah. Kematian putri Ambon Gayatri Wailissa anak ajaib yang bisa 14 bahasa masih dibicarakan banyak media baru ini. Sosok remaja 17 tahun Gayatri Duta ASEAN ini sendiri melejit berkat perstasinya di bidang linguistik yang menjulang tinggi. Gayatri Wailissa meninggal dunia pada hari kamis, 23 oktober 2014 sekitar pukul 19.15 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, usai menjalani perawatan intensif selama 4 hari. Setelah kabar kematian Gayatri Wailissa sempat simpang siur dengan bantahan pihak Rumah sakit, Dedy Darwis Wailissa ayah Gayatri pun membenarkan kabar meninggalnya sang putri, yang oleh tim dokter didiagnosis mengalami pendarahan di otak.

“Menurut Dr. Agus, yang menangani Gayatri, anak saya meninggal karena pembuluh darah otaknya pecah. Sebelum meningga dunia anak saya sempat dirawat selama 4 hari .“

“Dia mengeluh pusing sehabis berolahraga bersama teman-temannya sebelum di bawa ke rumah sakit. “

Gayatri Wailissa, dara berusia 17 tahun asal Ambon, memiliki ingatan yang sangat kuat, dan seorang penghafal Al Qur’an. Anak dari Dedy Darwis Wailissa, seorang pengrajin kaligrafi dan Nurul Idawaty ini dijuluki anak ajaib lantaran di usianya yang sangat belia di sudah hafal 14 bahasa asing. Saat berusia 16 tahun dan duduk di kelas 2 SMA, Gayatri Wailissa sudah menguasai 14 bahasa, antara lain Bahasa Inggris, Itali, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, India, Rusia dan Bahasa Tagalog.

14 bahasa asing ini sendiri dipelajari secara otodidak dengan cara menonton film asing dan mendengarkan lagu-lagu asing , karena keterbatasan ekonomi keluarga. Gayatri bahkan dijuluki Dokter cilik dari Indonesia. Atas kemampuannya itu dalam berbahasa, Gayatri menjadi delegasi Indonesia di tingkat ASEAN dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convension on the Right og the Child (CRC) atau konvensi hak-hak anak tingkat ASEAN. Dia juga pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam forum PBB. Ternyata Gayatri tak hanya pandai di bidang linguistik. Dia juga pandai di bidang seni, terutama dalam memainkan intrumen musik biola. Menurutnya, bermain biola bisa menjaga kemampuan konsentrasinya. Sayang, kini Gayatri telah tiada. Penyebab kematian Gayatri adalah seperti yang sudah dijelaskan diatas karena pembuluh darah otaknya pecah. Selamat jalan Gayatri Wailissa, anak ajaib penguasa 14 bahasa.

gayatri-walissa-gadis-jenius-penguasa-1-ba1b2b

Trends Mebel Terbaik:

toko dunia mebel ambon, toko produksi furniture buatan sendiri ambon