Sepekan lalu, Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi gubernur DKI Jakarta. Meski pelantikannya menuai pro dan kontra, Ahok, sapaan Basuki, kini menjadi pemilik kewenangan terbesar di ibu kota. Tak banyak program baru yang dia gagas untuk tiga tahun ke depan. Sebagian besar hanya melanjutkan programnya bersama Jokowi, sisanya mencanangkan ide baru. Ide baru itu cukup menggebrak. Apa yang menjadi wacana pemerintahan dulu, namun tak terealisasi, kini akan diwujudkan mantan bupati Belitung Timur itu. Kontroversi atas kebijakan bermunculan. Dia tak masalah mendapat penolakan, sekalipun harus menjadi tak populer. Berikut gebrakan Ahok yang jadi kontroversi:

  1. Melarang Motor Lewat HI

Pemprov DKI Jakarta akhirnya berani mencoba melakukan pembatasan kendaraan dengan melarang motor lewat dari Jl MH Thamrin-Jl Medan Merdeka Barat. Kebijakan ini mulai berlaku 17 Desember mendatang.

“Kita ingin mereka tak terlalu capai membawa motor. Kita cuma ingin mereka beristirahat,” kata Ahok saat ditanya alasan penerapan kebijakan itu. Pemotor langsung menjerit. Mereka menolak kenapa hanya kendaraan roda dua yang dilarang sedangkan mobil tidak.

“Ini tak adil,” kata Cahyo, pemotor yang datang dari Cinere, beberapa waktu lalu.
Tak cuma pemotor, jasa pengiriman pun protes. Mereka berharap ada pengecualian untuk kurir.

  1. Persilakan gerai minimarket dan 7Eleven menjamur di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta tidak dapat membendung berkembangnya minimarket. Salah satu minimarket berkonsep semi restoran 7-Eleven (Sevel). Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai, kebutuhan masyarakat Jakarta belum dapat terpenuhi dengan keberadaan pasar tradisional. Sehingga keberadaan 7-Eleven tidak dapat dihindari.
“Sekarang kita tanya kenapa 7-Eleven bisa tumbuh karena ada permintaan. Anak muda bisa demo-demo kenapa kamu nongkrong di situ kalau enggak suka. Ini zaman sudah berubah,” jelas Ahok.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan hidup tak cukup dengan berbelanja ke pasar tradisional. Kondisi itu membuat mereka memilih convenience store atau minimarket.
“Kita kerja dari pagi enggak sempat ke pasar, pulang sudah malam pasar tradisional sudah tutup. Terus (minimarket) harga lebih murah, kamu pilih yang mana? Yang murah kan,” kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
“Bukan persoalan salah di minimarket seperti ini. Nah, sekarang bagaimana kita membantu pasar tradisional itu supaya nyaman,” tambahnya.
Atas alasan itu, dia tidak dapat melarangnya. Berbeda dengan pemerintahan di era Fauzi Bowo. Keberadaan minimarket dibatasi, terutama yang berdekatan dengan pasar tradisional karena dianggap mematikan usaha pedagang kecil. Foke bahkan mempersiapkan aturan khusus berdasarkan zona tertentu demi membatasi keberadaan minimarket yang kian menjamur. Bahkan, politikus Partai Demokrat ini sempat membuat moratorium izin baru bagi minimarket.

  1. Angkutan umum pakai gas

Ahok menjanjikan angkutan umum yang layak di Jakarta. Dia membuat konsep semua angkutan umum akan berada di bawah PT Transjakarta. Misalnya, menghapus armada angkutan umum yang sudah tak layak.
“Jadi semua bus-bus jelek ini di bawah transportasi Jakarta, dan dia enggak ngetem lagai, bayarnya rupiah per kilometer, sopir pun bayarnya 2 kali UMP. Sehingga kesejahteraan sopir angkot bisa membaik,” kata Ahok.
Selain memperbaiki armada, Ahok juga menginginkan angkutan umum tak lagi memanfaatkan BBM bersubsidi dan beralih memakai bahan bakar gas. Dengan berbagai rencana ini, lanjutnya, akan terwujud bila ada kesadaran para pemilik usaha angkutan umum juga tentunya partisipasi masyarakat.
“Gampang, begitu enggak ada BBM subsidi pasti akn pindah ke gas, kalau kamu enggak mau pindah ke gas akan hilang sendiri. Sopir anda akan saya bajak, karena bus-bus kita datang baru-baru kita kasih 2 kaliump. Ada bisa ikut kami lebih sejahtera ata anda tidak ikut dan akan mati sendiri,” jelasnya.
Andai kata semua angkutan dialihkan ke gas, apa solusi Ahok dengan minimnya SPBG di Jakarta.
“Kenapa bajaj dan angkot tidak suka ubah ke gas, ternyata dia isi ke SPBG-nya jauh, transportasi-nya habis, nah kita cari cara taruh taman dulu. Taman enggak boleh bangun gas? Saya sudah ketemu caranya, saya taruh unit yang mobile, gue tancepin saja. Kita akan taruh di semua taman dekat pemukiman, sehingga angkot bajaj itu semua akan beralih,” pungkas Ahok.
Sementara, gerai 7-Eleven sempat menjadi masalah karena tidak jelas bentuk perizinannya. Sebab, selain sebagai convenience store, Sevel membuat tokonya menjadi seperti restoran di mana pengunjungnya bisa menikmati santapan dan menu yang disediakan di tempat.

  1. Beli bus China

Ahok sempat protes dengan pembelian bus China yang diperuntukkan ke Transjakarta. Dia menilai bus buatan China tak layak pakai.
“Tahun depan beli mobil Eropa deh yang kelas atas. Jangan beli mobil yang merknya kita gak kenal,” kata Ahok.
Kejadian itu, tambah Ahok, cukup menjadi bukti bus kualitas China tak layak pakai. Untuk yang sudah terlanjur ada, kata Ahok, tetap dipakai tapi ke depannya tidak ada pemesanan lagi.
“Enggak akan nambah lagi bus dari China. Karena karatan-katan segala macam. Tapi kalau yang sudah ada tetap dipakai,” tambahnya.
Tapi belakang, dia berpikir tak ada salahnya membeli lagi bus China asal yang perusahaannya tak abal-abal.
“Kalau dia (perusahaan bus asal China) bisa menjamin service-nya, ya tidak masalah,” ungkap Ahok.

kontroversi ahok