Di tengah badai kehidupannya yang sedang berliku,Jessica Iskandar memutuskan untuk menulis buku keduanya. Ada beberapa hal yang membuat ibu satu anak itu akhirnya menuliskan pengalaman hidupnya.

“Waktu itu, kalau mau kilas balik. Waktu itu saya lagi di dalam kereta di Jepang. Mau ke Shinjuku. Kok saya cuma lihat orang-orang, padahal pemandangan indah. Padahal bisa jadi inspirasi. Ya gitu dah,” ujar Jessica.

Jessica bahagia, akhirnya proyek ini selesai juga. Karena lewat buku ini, ia bisa meluangkan pikirannya yang kosong. Di setiap halaman, ungkapan hati yang terdalam. Ia juga menyangkal kalau buku yang ia tulis bukanlah tulisannya sendiri. Jedar Power adalah asli tulisannya sendiri, bukan kisahnya yang dituliskan oleh orang lain. Jedar juga menyatakan bahwa ia tidak pernah merasa terpaksa saat menulis semua yang ada di bukunya. “Nggak ada tekanan. Semua saya tulis dengan senang hati. Apa yang saya rasain, saya tuangin. Semua berjalan alami,” lanjutnya.

Buku Jedar Power sendiri sudah dirilis pada 22 Desember 2014 kemarin. Tepat di Hari Ibu, ia meluncurkan buku keduanya dan di sana ia menunjukkan wajah putranya, baby El di buku tersebut.

jessica-iskandar-setiap-halaman-ungkapan-hati-yang-terdalam-20141223112632