Merasa tidak pernah menikahi Jessika Iskandar di Gereja Yesus Sejati, bangsawan Jerman Ludwig Franz Willibald melayangkan gugatan ke pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam gugatan itu, Ludwig mengajukan pembatalan pernikahan. Perkawinan Jessika Iskandar dan Ludwig Franz Willibald memang terpampang nyata dalam bukti yang dirilis dimedia massa. Surat keterangan nikah yang menyatakan ada pemberkatan pada tanggal 11 Desember 2013 di Jakarta, menjadi bukti satu-satunya Jessika Iskandar pernah menikah. Namun nyatanya, 13 Oktober 2014, Ludwig Franz Willibald yang disebut-sebut suami dari Jessika Iskandar, justru meradang dan mengajukan gugatan pembatalan surat nikah yang dikeluarkan Gereja dan Catatan Sipil, karena bangsawan Jerman Ludwig Franz Willibald merasa tidak pernah melakukan pernikahan dengan Jessika Iskandar.

Yang jadi pertanyaan, bila Ludwig Franz Willibald merasa tidak pernah menikah dengan Jessika Iskandar, lantas mengapa ada bukti akta nikah ? Apakah gereja melakukan pemalsuan data dalam hal kasus ini ? Ditanya begitu, Kuasa hukum Gereja Yesus Sejati, Edy Santoso belum bisa memberi tanggapan.

“Saya tak menanggap tersirat digugatan seperti itu pemalsuan data. Kami hanya di minta untuk menyerahkan bukti adanya pernikahan.”Lanjut Edy, yang pasti Gereja melakukan prosedur yang benar untuk melakukan pemberkatakan pernikahan. Pengantinnya harus hadir. Secara umum ketika melangsungkan pernikahan mereka harus hadir. Kalau tidak hadir Gereja tidak akan menikahkan.” Imbuh Edy.

“Pengadilan akan memutuskan. Tahap-tahapan dipersidangan akan panjang.” Tutup Edy.

jessica+iskandar