Bank Indonesia menerbitkan uang kertas Rupiah yang lain daripada yang lain. Penerbitan uang khusus ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/ 14 /PBI/2014 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Khusus Pecahan 100.000 (Seratus Ribu) Tahun Emisi (TE) 2014. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Sagara menjelaskan, penerbitan uang khusus ini dalam rangka pengembangan numismatika di Indonesia. Dia menuturkan, khusus pecahan Rp 100.000 TE 2014 dalam bentuk uang bersambung (uncut banknotes) isi dua lembar dan empat lembar.

Berikut beberapa fakta-fakta di balik uang khusus ini. Berikut penjelasannya :

  1. Bentuknya Bersambung

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Sagara menjelaskan, uang kertas sambung adalah uang kertas biasa yang tidak dipotong oleh BI layaknya uang kertas yang biasa digunakan masyarakat untuk berbelanja atau bertransaksi.

“Ada yang bersambungnya dua lembar, ada yang empat lembar. Ada juga yang memang kertasnya lembaran besar belum dipotong. Jadi selembar isinya 45 uang yaitu 5×9 uang (ukuran Plano),” jelas Tirta kepada merdeka.com, Rabu (26/11).

  1. Membidik Kolektor

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Sagara mengatakan, uang kertas sambung ini diperuntukkan bagi kalangan tertentu, yakni para kolektor uang. Tidak bisa dipakai belanja kecuali sudah disesuaikan dengan bentuk pada umumnya.

“Ini tujuannya lebih untuk koleksi uang. Banyak sih kolektor uang itu. Kalau dipakai belanja ya harus dipotong dulu,” katanya.

  1. Mahal

Karena membidik kolektor dan kalangan tertentu, untuk bisa mendapatkan jenis uang kertas sambung tersebut, seorang harus merogoh kocek lebih dalam dibanding nilai uangnya. Biaya untuk memperoleh uncut banknotes pecahan Rp 100.000 TE 2014 untuk jenis lembar isi 2 lembar seharga Rp 500.000, beserta pajak menjadi Rp 530.000. Sedangkan untuk jenis lembar isi 4 lembar seharga Rp 1.000.000, beserta pajak menjadi Rp 1.060.000.

“Yang bersambung dua pecahan Rp 100.000 nominalnya Rp 200.000, tapi harganya Rp 500.000,” ungkap Tirta.

  1. Jumlahnya Terbatas

Bagi masyarakat yang berminat untuk mendapatkan uang Rupiah khusus tersebut dapat memperolehnya di seluruh Kantor Bank Indonesia di Indonesia mulai 24 November 2014. Masyarakat datang langsung ke loket kas Kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia mulai pukul 09.00 s.d 11.30 waktu setempat dan mengisi formulir yang telah disediakan. Mengingat jumlah yang diterbitkan terbatas, maka pelayanan akan diberikan berdasarkan prinsip pesanan lebih awal akan dilayani lebih dahulu atau istilahnya first come, first serve. Berdasarkan sistem antrean. Transaksi yang digunakan hanya dapat dilakukan secara tunai dengan membawa identitas diri.

membidik-kolektor-rev1

 

 

 

Trends Mebel Terbaik:

foto uang 500 000 rupiah di meja, dipan minimalis murah seratus ribu, fakta untuk uang pecahan 100 000, kursi kayu bersambung dengan meja, meja jati tanpa sambung, uang Rp 100 000 yang belum dipotong, uang sambung bank indonesia, ukuran uang 100000 rupiah