Menutup akhir tahun 2014, Negeri ini harus menangis karena adanya beberapa bencana yang terjadi. Belum pulih duka yang dirasakan oleh warga Banjarnegara, Jawa Tengah akibat longsor dan menelan puluhan korban jiwa, kini giliran daerah Kabupaten Bandung yang harus rela terkenan banjir bandang. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya menyebabkan rumah di beberapa kecamatan terendah seperti Bojong Soang, Baleendah dan Dayeuh Kolot. Hingga senin (22/12/14) sekitar 15 ribu rumah terendam. Korban pun diungsikan ke tempat yang aman. Namun, di balik banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung tersebut ada beberapa cerita haru yang terselip saat bencana. Berikut rangkuman ceritanya:

  1. Banjir, Pemulung di Baleendah ganti profesi jadi ojek perahu

Banjir yang melanda Kabupaten Bandung dimanfaatkan sebagian masyarakatnya untuk meraup duit. Uu (50) misalnya. Tukang perahu ini menawarkan jasa antar, menerjang banjir yang terjadi di Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Dengan perahu sampan, Uu mengantarkan warga yang tidak bisa beraktivitas kecuali menerjang banjir. Tentu, perahu adalah salah satu alternatifnya, ketika kendaraan baik mobil maupun motor tidak mungkin melewat. Ketika musim kemarau, Uu adalah pemulung di bantaran sungai Citarum. “Kalau hujan ya saya gini jadi tukang perahu, antar jemput yang mau pakai seorangnya Rp 5 ribu,” ujarnya Senin (22/12).

Sekali jalan Uu bisa mengangkut 6-8 orang. Rute yang dilalui yakni sepanjang Jalan Adipatiagung. Panjangnya mencapai 1 kilometer. “Lumayanlah. Sehari bisa mencapai Rp 200 ribu,” terangnya.

Uu tidak sendiri. Menurut dia, banyak rekannya yang seprofesi beralih sementara menjadi tukang perahu. “Banyak juga yang gini (jadi tukang perahu),” terangnya. Warga Majalaya ini mengaku sudah tiga hari mengais rezeki dari musibah banjir tahunan di Kabupaten Bandung. “Kalau hujan ya terus aja saya gini.”

  1. Sakit, 20 korban banjir baleendah terjebak dalam rumah

Sedikitnya 20 korban banjir di Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung terjebak banjir di dalam rumah. Semua warga tersebut mengalami sakit. Mengetahui informasi tersebut Tim Sar Brimob Polda Jabar langsung mengevakuasi warga. Mereka dibawa ke Puskesmas terdekat dan ke tempat pengungsian yang berada di Polsek Baleendah menggunakan perahu karet. Sakit yang diderita bervariasi; muntaber, gatal-gatal dan lainnya.

“Hari ini sudah kami evakuasi sebanyak 20 orang yang terjebak di dalam rumah karena sakit,” kata Brigadir Taufik Hadi, salah satu Tim SAR Brimob Polda Jabar, di Kampung Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Senin (22/12).

Warga yang terjebak itu kebanyakan, mereka yang tidak mau dievakuasi meski rumahnya sudah terendam banjir. Mereka tetap bertahan di dalam rumah meski air sudah masuk ke dalam rumah. Mereka memanfaatkan lantai dua untuk bertahan di atas genangan air. Dua perahu karet disiapkan untuk mengangkut mereka. Setelah itu warga sakit langsung ditangani tim medis,” terangnya.

  1. 15 ribu rumah di Bandung masih terendam, 5.690 warga mengungsi

Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bandung menyebabkan 15 ribu rumah terendam banjir. Sekitar 5.690 warga sedikitnya diungsikan ke tempat yang lebih aman seperti GOR Inkanas, gedung serbaguna, gedung wakauri, masjid, dan lainnya. 15 ribu rumah itu berasal dari tiga Kecamatan yakni; Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

“Rumah yang terendam masih 15 ribu, yang terparah ada di wilayah Kelurahan Bojong Asih, Citepus, Balero, Andir, Cieunteung, ketinggian mencapai 3 meter,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Marlan, di Kabupaten Bandung, Senin (22/12).

Banjir tersebut juga lanjut dia mengakibatkan perekonomian di wilayah tersebut lumpuh. Sedangkan akses utama penghubung Kota dan Kabupaten Bandung seperti di Jalan Bojongsoang mengalami macet parah. “Di Bojongsoang itu ketinggian air masih mencapai 50 sentimeter,” terangnya.

  1. Terendam banjir, warga Cieunteung Bandung tetap ogah dievakuasi

Banjir terparah yang melanda Kabupaten Bandung, terjadi di wilayah Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah. Di lokasi itu ketinggian air bisa mencapai dua meter. Tapi anehnya tak sedikit warga yang masih ingin bertahan di rumahnya. Senin (22/12) coba menelusuri kampung yang berada di bantaran sungai Citarum itu menggunakan perahu karet milik Brimob Polda Jabar. Pantauan di lokasi sederet rumah yang rata-rata sudah ditingkat dua hingga tiga itu dipertahankan untuk tinggal. Mereka bertahan dan beraktivitas di dalam rumah dalam kondisi rumah terendam. Ini sudah tiga hari bertahan, mereka kekeuh tidak ingin dievakuasi,” kata Tim SAR Brimob Polda Jabar Taufik Hadi di lokasi. Alasan mereka bertahan sendiri kata dia, karena masih memiliki stok makanan dan nyaman tinggal di rumah sendiri. Padahal kata dia, itu cukup berbahaya. Apalagi kawasan Bandung Selatan masih terus diguyur hujan. “Paling yang kami evakuasi hari ini baru 20 orang. Itu yang sakit,” ujarnya.

94BEE4DE-5031-4628-BA10-1E274CFA8049_cx0_cy11_cw0_mw1024_mh1024_s

Trends Mebel Terbaik:

cerita misteri banjir bandang di bandung, misteri banjir bandung selatan, mistis banjir di bandung