Karakter anak sudah mulai terbaca sejak kecil. Orangtua yang memberi perhatian penuh kepada anak pasti mengetahui anak akan tumbuh dengan karakter seperti apa. Lantas, bagaimana bila anak memliki watak keras? Sejak anak baru belajar berjalan akan terlihat apakah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras atau lunak. Misalnya, dari bagaimana si anak ingin berlari, menjangkau atau meraih sesuatu. Anak berwatak keras sulit dilarang dengan kata-kata untuk tidak mendekati kabel listrik di belakang televisi.

Meski orangtua sudah menutupi, menarik tangannya, dan menghalangi. Anak berwatak keras belum tentu buruk. Orangtua bisa mengambil keuntungan ini bila dapat mendidik dengan cara yang benar. Anak berwatak keras berarti memiliki kemauan kuat untuk sukses di masa depan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mendidik anak berwatak keras agar tumbuh di jalur terarah.

  1. Membatasi keinginan anak

Anak berwatak keras sulit dilarang bila menginginkan sesuatu dan punya banyak kemauan. Ketika dihadapkan pada berbagai pilihan dia pasti ingin mendapat semuanya. Termasuk pakaian, makanan, dan mainan. Bila orangtua dihadapkan pada situasi ini, solusinya adalah beri dia pilihan satu di antara dua. Hal ini dimaksud agar anak dapat menentukan pilihan dan lebih fokus bila mengerjakan sesuatu. Jangan menyerah bila anak merengek.

  1. Tegas dengan aturan dan kata-kata

Apabila anak menentang atau tidak setuju dengan kata-kata Anda, jangan pernah menyerah untuk menunjukkan bahwa sikap buruk dan keras tidak akan memenangkan keinginannya. Hal itu mengajarkan anak menghargai aturan orang lain. Setelah itu dia akan berupaya belajar untuk tidak mempertahankan watak kerasnya.

  1. Fokus mengarahkan ke kegiatan positif

Bidang akademis, seni, dan persahabatan memfasilitasi anak berkemauan keras ini untuk menjadi unggul dalam suatu bidang. Ketika mereka menemukan masalah sulit, dia akan semakin gigih.

49-Sifat-Keras-Kepala-Jauhkan-Dari-Anak