Mata uang rupiah diperkirakan kembali seiring respon positif pasar terhadap kenaikan harga BBM subsidi. Menurut pelaku pasar, kenaikan harga BBM dapat membuat beban APBN lebih ringan. Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada mengatakan pelemahan mata uang Yen tidak begitu berdampak pada penguatan mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Laju Rupiah di atas level resisten Rp 12.189. Laju penguatan Rupiah terbantukan dengan terapresiasinya nilai tukar Euro terhadap USD.

“Masih diharapkan penguatan ini dapat berlanjut sehingga mengurangi tekanan pada rupiah. Rp 12.156-12.140 (kurs tengah BI),” ujar Reza dalam riset hariannya di Jakarta, Rabu (19/11).

Reza menegaskan pelemahan laju Yen seiring dengan rencana perdana menteri Abe untuk mempercepat pemilu dan meningkatkan stimulus pasca perekonomian Jepang mengalami resesi disambut positif pasar saham Jepang. Sementara, bursa saham China dan sekitar masih mengalami pelemahan di hari kedua penyatuan jaringan transaksi antara bursa saham Shanghai dan HSI.

“Rilis negatif house price index dan FDI China turut direspon negatif,” pungkas dia.

rupiah-130715b