Dalam keadaan normal, asupan air pada anak berkisar antara 10-15 persen berat badan. Selain untuk mengganti air yang keluar melalui pernapasan, keringat dan urin, air pada anak juga diperlukan untuk pertumbuhan. Lantas berapa asupan air putih untuk anak? Berdasarkan buku ‘Pentingnya Hidrasi Bagi Anak Usia Sekolah dan Remaja’ yang disusun oleh para ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia seperti Dr. dr. Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), Dr. dr Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dr. Sudung O. Pardede, SpA (K) serta ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr, Ir Hardinsyah menyebutkan bahwa anjuran asupan air pada anak harus didasarkan pada kebutuhan metabolismesnya.

“Asupan air pada anak, memiliki laju metabolisme berbeda tergantung usia, berat badan dan kondisi metabolik khusus seperti lingkungan dan penyakit. Pada populasi anak sekolah dan remaja, kebutuhan air mempunyai variasi yang sangat beragam sehingga tidak mudah menentukan kebutuhan airnya,” tulis para ahli dalam buku tersebut.

Para ahli menerangkan, tiap negara juga memiliki aturan mengenai batasan konsumsi air putih sehari yang berbeda. Seperti European Hydration Institute yang merekomendasikan asupan air per hari pada anak usia 4-8 tahun sebesar 1,6 liter perhari. Sedangkan di Inggris, tidak ada rekomendasi khusus karena mengikuti rekomendasi AS yaitu anak 1-3 tahun minum air 0,9 liter per hari, 4-8 tahun minum air 1,2 liter per hari, usia 9-13 tahun (perempuan 1,6 liter per hari dan laki-laki 1,8 liter per hari) dan pada usia 14-19 tahun, dianjurkan untuk minum 1,8 liter perhari dan laki-laki 2,6 liter per hari. Di Indonesia sendiri, pada 2004, Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi untuk pertama kalinya merekomendasikan angka kecukupan air untuk orang Indonesua. Selanjutnya pada 2013, rekomendasi ini disempurnakan. Ditulis bahwa anak usia 0,5-1 tahun kebutuhan airnya 800 mililiter, usia 1-3 tahun sebanyak 1.200 mililiter, usia 4-6 tahun sebanyak 1.500 mililiter dan usia 7-9 tahun sebanyak 1.900 mililiter.

19-4